Keutamaan Muhammad Rasulullah dan Jawaban Atas Para Pencelanya
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ ٢١
The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History adalah buku pertama karya Michael H. Hart—seorang astrofisikawan Yahudi, peneliti kehidupan alien, dan separatis kulit putih. Buku ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1978 dan mengalami revisi pada tahun 1992. Hart menyusun peringkat 100 orang yang paling memengaruhi sejarah manusia. Dalam buku ini, Hart menempatkan Nabi Muhammad di peringkat pertama yang layak menyandang gelar sebagai manusia paling berpengaruh nomor satu dalam sejarah dunia karena dinilai membawa dampak perubahan yang jauh lebih baik bagi peradaban manusia. Alasan utama penilaian positif tersebut meliputi: (1) Muhammad adalah satu-satunya manusia dalam sejarah yang meraih sukses mutlak di dua bidang sekaligus, yaitu sebagai pemimpin agama (spiritual) dan pemimpin negara (sekuler) yang adil. (2) Beliau berhasil menyatukan suku-suku Arab yang awalnya terpecah-belah, sering berperang, dan bermoral rendah menjadi satu bangsa yang kuat, teratur, serta tunduk pada hukum moral. Beliau juga memprakarsai Penaklukan Muslim Awal yang menjadi fondasi kekuatan kekhalifahan setelah wafatnya. (3) Mengajarkan Keadilan & Kesetaraan: menghapus sistem kasta, mengangkat derajat wanita, melarang tradisi jahiliah mengubur bayi perempuan hidup-hidup, dan menekankan keadilan bagi kaum miskin. (4) Pengaruh pribadi, ajaran moral, hukum, serta keagamaan yang dibawa Muhammad terbukti luar biasa dan tetap dipraktikkan dengan kuat oleh miliaran umat manusia hingga berabad-abad setelah beliau wafat.
Wahai para pencela Muhammad ﷺ beserta ajarannya..
وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنٰهُ بِهَا وَلٰكِنَّهٗٓ اَخْلَدَ اِلَى الْاَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوٰىهُۚ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ الْكَلْبِۚ اِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ اَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْۗ ذٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَاۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ ١٧٦
"Seandainya Kami menghendaki, niscaya Kami tinggikan (derajat)-nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung pada dunia dan mengikuti hawa nafsunya. Maka, perumpamaannya seperti anjing. Jika kamu menghalaunya, ia menjulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya, dia menjulurkan lidahnya (juga). Demikian itu adalah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka, ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir." (QS. Al-A'raf : 176)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar